Senin, 26 Januari 2009

Pindah Kerja?

Bagaimana dan kapan waktu pas untuk memutuskan pindah bekerja? Pertanyaan yang sering muncul ini merupakan kondisi sangat menyulitkan untuk dipilih mengingat banyaknya pertimbangan yang harus dijadikan dasar pilihan. Tips di bawah ini diharapkan membantu Anda. Ini pula yang masuk ke meja redaksi Tabloid Info Lowongan Kerja Rakyat Merdeka Group yang saya pimpin.


Ketika kita sedang dalam posisi puncak atau karir tengah menanjak, apakah keputusan untuk pindah bekerja adalah sesuatu yang tepat? Lantas, apa alasannya kita memutuskan untuk pindah kerja?
Pindah kerja pada dasarnya keputusan yang biasa, bukan sesuatu yang luar biasa. Meski tentu kita harus memiliki kejelasan argumentasi alasannya. Karena risiko dari pilihan itu akan berdampak, baik bagi perkembangan karir atau pun pendapatan. Apalagi kalau, dalam keluarga, hanya suami atau istri saja yang bekerja. Dapur bisa nggak ngepul kalau tidak ada perhitungan matang. Karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. Tujuan dan Latarbelakangnya Jelas
Bukan emosi atau kemarahan semata, tapi atas perhitungan yang matang, kepala dingin. Jangan karena marah kepada atasan atau kepada teman sehingga suasana kerja tidak nyaman. Ada baiknya Anda melakukan perenungan dan mengkoreksi diri Anda, mungkin ada sesuatu yang salah dalam diri Anda sehingga ada kondisi kerja yang sangat tidak nyaman.
Akan lebih baik lagi jika keputusan untuk pindah itu karena hendak menyesuaikan dengan visi dan misi hidup yang dimiliki. Jangan sampai hanya karena sebab-sebab yang kurang bisa dipertanggung jawabkan, misalnya alasannya lokasi terlalu jauh, konflik dengan rekan kerja, salary belum memenuhi harapan, dan yang lainnya.
Karena itu, Anda perlu mendifinisikan arah & orientasi kerja ke depan. Usahakan kepindahan adalah bagian dari proses pembelajaran bidang spesialisasi yang sedang ingin ditekuni atau Anda ingin menjadi spesialisasi di bidang tersebut nantinya.
2. Ambil Keputusan Dalam Kondisi Tenang
Sebuah kondisi permasalahan biasanya tidak berdiri sendiri, selalu ada saling keterlibatan dengan banyak sisi. Segera mencari waktu yang tepat untuk mengklarifikasi masalah ini. Anda bisa langsung menanyakan kepada atasan anda, sekaligus minta maaf dan minta saran perbaikan, agar performance yang selama ini sudah anda coba tampilkan bisa menjadi lebih baik dan bisa diterima oleh semua pihak.
Bisa juga menanyakan dan minta feed back dari sesama rekan kerja anda yang mengerti kondisi tersebut. Dalam hal ini anda perlu merendah dan lebih berlapang dada dalam menerima kritik dan masukan yang mungkin akan tersampaikan.
Setelah semua sisi diketahui, kondisi sudah bisa teratasi dengan baik, baru kita boleh berfikir dengan tenang dan mantap untuk menentukan sikap berikutnya, apakah akan tetap bertahan di perusahaan tersebut, atau memutuskan untuk pindah kerja. Jadi sebaiknya mengambil keputusan dalam kondisi tenang, bukan dalam kondisi emosi. Karena keputusan yang diambil dalam kondisi emosi, biasanya kurang menggunakan akal sehat, hal ini bisa berakibat penyesalan di kemudian hari.
3. Faktor Dari Dalam Atau Luar?
Apakah penyebab kita memutuskan untuk pindah itu dari diri kita atau karena faktor suasana dan lingkungan kerja. Ini wajib dijawab terlebih dahulu. Jika memang bisa diubah, mengapa harus pindah?
Bekerja di manapun, kita akan selalu mendapatkan tantangan yang wajib kita atasi. Jadi berdasarkan pengalaman saudara-saudara kita yang sedang bekerja di berbagai tempat, ternyata situasi dan kondisinya bisa dikatakan relatif sama. Dalam segala hal, baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, pekerjaan, dan sebagainya, tidak ada satupun yang sempurna.
Justru potensi seseorang bisa dilihat dari respons orang tersebut saat menghadapi tantangan hidup. Maka mulailah beradaptasi dengan lingkungan baru, teruslah bekerja dan berjuang, konsisten dengan nilai-nilai moral yang telah dimiliki.
Faktor dari dalam itu berasal dari diri kita dan lingkungan pribadi, sementara dari luar berasal dari lingkungan kerja. Ini harus benar-benar dipahami. Kalau kondisinya sudah sulit, keputusan pindah adalah terbaik.
4. Pindah: Lebih Baik
Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Keputusan untuk pindah berarti kita akan memperoleh yang lebih baik. Kalau tidak, rugi lah kita. Karena itu, kepindahan itu harus mampu menjawab pertanyaan, apakah di tempat kerja baru itu kita akan lebih baik atau tidak? Tentunya itu di dalamnya mengadung pengertian, kesejahteraan, jaminan masa depan dan karir dan suasana lingkungan kerja. Karena itu, faktor informasi lengkap atas perusahaan yang kita akan pindah menjadi sangat wajib sekali. Kalau tidak, bisa lewat deh. Jangan tahunya dari kawan saja, tapi Anda memang mencari informasinya sedetil mungkin, baru diputuskan.
5. Bukan Kutu Loncat
Kita pindah bukan berarti sebagai kutu loncat. Karena berpindah-pindah kerja tidak akan menghasilkan karir yang baik, hanya akan menambah panjang daftar curiculum vitae saja, sementara karir dan kesejahteraan kemungkinannya jalan ditempat, karena selalu kita memulai hal yang baru saja. Pindah kerja artinya melakukan penyelamatan atas karir dan masa depan, bukan sebaliknya, membuat kita semakin terpuruk. Semoga keputusan untuk pindah itu bukan karena telah kalah, patah arang dan kehilangan semangat, tapi benar-benar berasal dari perhitungan yang sangat matang, rasional dan tidak terburu-buru. Ingat pindah kerja berarti lebih baik. Semoga.




0 komentar:

Posting Komentar

Pengelola

Foto saya
Pewarta di Jawa Pos Group, staf pengajar filsafat di UIN Bandung, dan Aktivis di Muhammadiyah. Asli urang Sukabumi dan menyelesaikan studi S2 Ekonomi Syariah di Universitas Indonesia (UI) tahun 2010. Alumni Jurusan Aqidah Filsafat UIN Bandung ini yakin bahwa berbagi kasih adalah misi suci setiap agama di muka bumi. Berbagi tidak mengurangi milik kita, tapi akan menambahkannya, sebagaimana janji-Nya.